Lama gak ada ide nulis, akhirnya.....
Ya...sebenarnya ini
hanyalah pilihan kita masing-masing.dan saya yakin di antara teman2
semua pastilah masih membutuhkannya.baik bagi teknisi yang pasti,
programmer ataupun baru belajar seperti saya.SAYA TIDAK BENCI JENDELA
TETAPI BELAJAR OPENSOURCE TETAP AKAN SAYA LAKUKAN SAMPAI KAPANPUN.
"Linux
itu susah ya?", sering aq denger dari beberapa orang."Emang belajar
windows juga gampang?", "LInux ini repot ya, setiap update, install
software selalu koneksi internet", pernah teman baik saya ngomong
seperti itu, dengan bercanda saya jawab, "Memang kalo pake OS lain
tinggal pejamkan mata, berdoa trus itu software datang sendiri dari
langit?"..hehehhee
Mudahnya tidak ada yang
sulit di muka bumi ini, seperti Firman Allah, "Sesungguhnya
perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat jika kamu mengerti". Kita patut
berbangga hati jikalau kita masih memakai open source. sudah gratis,
kita dituntut untuk kreatif,lain halnya dengan si "Jendela", diharuskan
membeli walaupun banyak dijumpai bajakan.saya pernah membaca di Kitab
Al-Hikam-->"Sesuatu yang diawali cemerlang, pasti akhirnya
cemerlang". Dari sini saya menyimpulkan, jikalau kita pake OS bajakan
yang "tidak" cemerlang, pasti hasilnya tidak akan cemerlang, lain halnya
kalo kita pake "Legal".Saya pribadi bangga, Biar gak mampu beli OS
Legal, maklum "agak" miskin, tetapi saya kan kreatif dengan memakai
opensource.
Mari kita tularkan open source ini, pada
adik2 kecil kita, pada teman2 dekat kita, bahkan pada lingkungan kerja
kita.dengan opensource, komunitaslah jawabannya untuk mensupport
kendala2 yang ada.Dengan opensource, budget anggaran bisa ditekan sampai
jatuh bebas. bayangkan jika pemerintah kita memakai full open source,
APBN/APBD bisa ditekan dan dialihkan untuk kepentingan lain yang
bermanfaat. Paradigmanya adalah opensource tidak gratis di sisi jasa
instalasi, dia gratis di sisi software, terkadang juga di sisi
pembelajaran juga, lain halnya dengan closed source, SEMUANYA TIDAK
GRATIS, ALIAS MBAYAR....
Dengan opensource,
membuat generasi muda kita kreatif,produktif.Dengan opensource pula
kepribadian kita diuji.loh kok bisa?ya, di sini kerjasama antar pegiat2
opensource sangat dibutuhkan, di mana pegiat2 ini berbeda latar
belakang, berbeda kepribadian.SATU YANG HARUS DIINGAT, sama2 pegiat
opensource tidak lebih dari sekelompok orang yang ingin belajar, tidak
lebih tinggi daripada yang laen,tidak lupa terhadap orang2 yang baru di
opensource dengan memberi sharing pengalaman dan pembelajaran.Dengan
begitu "virus" opensource terhadap masyarakat IT bisa sampai dengan baik
dan pastinya bermanfaat.
Sekali lagi, "SAYA TIDAK BENCI JENDELA, TETAPI SAYA BANGGA MENJADI PENGGUNA OPENSOURCE......."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar