Rabu, 25 September 2013

AKU TIDAK BENCI JENDELA

Lama gak ada ide nulis, akhirnya.....
Ya...sebenarnya ini hanyalah pilihan kita masing-masing.dan saya yakin di antara teman2 semua pastilah masih membutuhkannya.baik bagi teknisi yang pasti, programmer ataupun baru belajar seperti saya.SAYA TIDAK BENCI JENDELA TETAPI BELAJAR OPENSOURCE TETAP AKAN SAYA LAKUKAN SAMPAI KAPANPUN.
"Linux itu susah ya?", sering aq denger dari beberapa orang."Emang belajar windows juga gampang?", "LInux ini repot ya, setiap update, install software selalu koneksi internet", pernah teman baik saya ngomong seperti itu, dengan bercanda saya jawab, "Memang kalo pake OS lain tinggal pejamkan mata, berdoa trus itu software datang sendiri dari langit?"..hehehhee

Mudahnya tidak ada yang sulit di muka bumi ini, seperti Firman Allah, "Sesungguhnya perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat jika kamu mengerti". Kita patut berbangga hati jikalau kita masih memakai open source. sudah gratis, kita dituntut untuk kreatif,lain halnya dengan si  "Jendela", diharuskan membeli walaupun banyak dijumpai bajakan.saya pernah membaca di Kitab Al-Hikam-->"Sesuatu yang diawali cemerlang, pasti akhirnya cemerlang". Dari sini saya menyimpulkan, jikalau kita pake OS bajakan yang "tidak" cemerlang, pasti hasilnya tidak akan cemerlang, lain halnya kalo kita pake "Legal".Saya pribadi bangga, Biar gak mampu beli OS Legal, maklum "agak" miskin, tetapi saya kan kreatif dengan memakai opensource.

Mari kita tularkan open source ini, pada adik2 kecil kita, pada teman2 dekat kita, bahkan pada lingkungan kerja kita.dengan opensource, komunitaslah jawabannya untuk mensupport kendala2 yang ada.Dengan opensource, budget anggaran bisa ditekan sampai jatuh bebas. bayangkan jika pemerintah kita memakai full open source, APBN/APBD bisa ditekan dan dialihkan untuk kepentingan lain yang bermanfaat. Paradigmanya adalah opensource tidak gratis di sisi jasa instalasi, dia gratis di sisi software, terkadang juga di sisi pembelajaran juga, lain halnya dengan closed source, SEMUANYA TIDAK GRATIS, ALIAS MBAYAR....


Dengan opensource, membuat generasi muda kita kreatif,produktif.Dengan opensource pula kepribadian kita diuji.loh kok bisa?ya, di sini kerjasama antar pegiat2 opensource sangat dibutuhkan, di mana pegiat2 ini berbeda latar belakang, berbeda kepribadian.SATU YANG HARUS DIINGAT, sama2 pegiat opensource tidak lebih dari sekelompok orang yang ingin belajar, tidak lebih tinggi daripada yang laen,tidak lupa terhadap orang2 yang baru di opensource dengan memberi sharing pengalaman dan pembelajaran.Dengan begitu "virus" opensource terhadap masyarakat IT bisa sampai dengan baik dan pastinya bermanfaat.

Sekali lagi, "SAYA TIDAK BENCI JENDELA, TETAPI SAYA BANGGA MENJADI PENGGUNA OPENSOURCE......."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar