Dari sudut pandang user, perlu mengukur kualitas bahwa sebenarnya pengguna pengalaman, yang disebut “Quality of Experience” (atau QoE), berdasarkan persepsi pengguna atau tingkat kepuasan mereka . Dengan demikian kebutuhan QoS untuk melacak kepuasan pelanggan, yang jelas adalah subyektif dan bervariasi pada sejumlah faktor di pengguna akhir.
QoS bertujuan untuk menyediakan kualitas layanan yang berbeda-beda untuk beragam kebutuhan akan layanan di dalam jaringan IP, sebagai contoh untuk menyediakan bandwidth yang khusus, menurunkan hilangnya paket-paket, menurunkan waktu tunda dan variasi waktu tunda di dalam proses transmisinya. hal ini biasa diterapkan seperti pada manajemen bandwith pada sebuah jaringan. QoS memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut:
- Pengkelasan paket untuk menyediakan pelayanan yang berbeda-beda untuk kelas paket yang berbeda-beda
- Penanganan kongesti untuk memenuhi dan menangani kebutuhan layanan yang berbeda-beda
- Pengendalian lalu lintas paket untuk membatasi dan mengendalikan pengiriman paket-paket data
- Pensinyalan untuk mengendalikan fungsi-fungsi perangkat yang mendukung komunikasi di dalam jaringan IP
1. Best Effort Service
Best
Effort merupakan model pelayanan QoS yang paling sederhana, di mana
paket-paket dapat dikirimkan setiap waktu, tanpa terlebih dahulu
bernegosiasi dengan kemampuan jaringan. Jaringan akan memberikan
kemampuan terbaiknya mengirimkan paket-paket tersebut, namun tidak
memberikan jaminan akan reliabilitas jaringan tersebut dan adanya waktu
tunda. Pelayanan Best Effort merupakan pelayanan standar pada saat ini
untuk menangani aplikasi-aplikasi umum seperti FTP dan E-mail, dengan
mengaplikasikan teknik first in first out (FIFO).
2. Integrated Service (IntServ)
Intserv
merupakan model pelayanan yang terintegrasi untuk menangani kebutuhan
beragam QoS. Sebelum mengirimkan paket data, model pelayanan ini akan
mengaplikasikan layanan khusus ke dalam jaringan yang ditangani dengan
proses signaling. Pertama kali akan diberikan informasi mengenai
parameter-parameter dari lalu lintas paket dan kebutuhan kualitas
pelayanan seperti kebutuhan bandwidth dan waktu tunda. Setelah program
aplikasi mendapatkan konfirmasi dari jaringan dan telah disediakan
sumber daya untuk paket-paket yang hendak dikirimkan, maka program akan
memulai mengirimkan paket-paket tersebut.
Signaling
yang bertanggung jawab terhadap penyediaan QoS di model Intserv ini
adalah Resource Reservation Protocol (RSVP). Sebelum mengirimkan
paket-paket data, signaling ini akan memberi tahu router-router
mengenai kebutuhan QoS oleh program aplikasi, sehingga RSVP merupakan
pensinyalan yang out-band.
- Guaranteed service: memberikan garansi tersedianya bandwidth dan delay yang dikehendaki
- Controlled-Load service: memberikan garansi tersedianya kualitas layanan bahkan ketika terjadi overload di dalam jaringan
Diffserv
merupakan model yang memberikan multilayanan yang menghendaki
kebutuhan QoS yang berbeda-beda. Berbeda dengan Intserv, Diffserv tidak
mengaplikasikan RSVP sehingga tidak meminta router-router untuk
menyediakan sumber daya jaringan untuk melakukan pengiriman paket.
Diffserv menyediakan layanan khusus menurut QoS yang dikehendaki oleh
masing-masing paket, misalnya dengan menggunakan teknik IP Precedence.
Jaringan akan melakukan packet classification, traffic shaping, traffic
policing, dan queuing berdasarkan informasi yang diberikan.
Tulisan ini diambil dari beberapa referensi dan pengalaman pribadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar