Rabu, 25 September 2013

QOS

QoS adalah singkatan dari Quality of Service yaitu sebuah bentuk jaminan kualitas atas sebuah layanan. Istilah ini tentu familiar di bidang networkin.
Dari sudut pandang user, perlu   mengukur kualitas bahwa sebenarnya pengguna pengalaman, yang disebut “Quality of Experience” (atau QoE), berdasarkan persepsi pengguna atau tingkat kepuasan mereka . Dengan demikian kebutuhan QoS untuk melacak kepuasan pelanggan, yang jelas adalah subyektif dan bervariasi pada sejumlah faktor di pengguna akhir.
QoS bertujuan untuk menyediakan kualitas layanan yang berbeda-beda untuk beragam kebutuhan akan layanan di dalam jaringan IP, sebagai contoh untuk menyediakan bandwidth yang khusus, menurunkan hilangnya paket-paket, menurunkan waktu tunda dan variasi waktu tunda di dalam proses transmisinya. hal ini biasa diterapkan seperti pada manajemen bandwith pada sebuah jaringan. QoS memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut:
  1. Pengkelasan paket untuk menyediakan pelayanan yang berbeda-beda untuk kelas paket yang berbeda-beda
  2. Penanganan kongesti untuk memenuhi dan menangani kebutuhan layanan yang berbeda-beda
  3. Pengendalian lalu lintas paket untuk membatasi dan mengendalikan pengiriman paket-paket data
  4. Pensinyalan untuk mengendalikan fungsi-fungsi perangkat yang mendukung komunikasi di dalam jaringan IP
Secara umum model layanan untuk memberikan fungsi QoS adalah sebagai berikut:
1. Best Effort Service
Best Effort merupakan model pelayanan QoS yang paling sederhana, di mana paket-paket dapat dikirimkan setiap waktu, tanpa terlebih dahulu bernegosiasi dengan kemampuan jaringan. Jaringan akan memberikan kemampuan terbaiknya mengirimkan paket-paket tersebut, namun tidak memberikan jaminan akan reliabilitas jaringan tersebut dan adanya waktu tunda. Pelayanan Best Effort merupakan pelayanan standar pada saat ini untuk menangani aplikasi-aplikasi umum seperti FTP dan E-mail, dengan mengaplikasikan teknik first in first out (FIFO).
2. Integrated Service (IntServ)
Intserv merupakan model pelayanan yang terintegrasi untuk menangani kebutuhan beragam QoS. Sebelum mengirimkan paket data, model pelayanan ini akan mengaplikasikan layanan khusus ke dalam jaringan yang ditangani dengan proses signaling. Pertama kali akan diberikan informasi mengenai parameter-parameter dari lalu lintas paket dan kebutuhan kualitas pelayanan seperti kebutuhan bandwidth dan waktu tunda. Setelah program aplikasi mendapatkan konfirmasi dari jaringan dan telah disediakan sumber daya untuk paket-paket yang hendak dikirimkan, maka program akan memulai mengirimkan paket-paket tersebut.
Signaling yang bertanggung jawab terhadap penyediaan QoS di model Intserv ini adalah Resource Reservation Protocol (RSVP). Sebelum mengirimkan paket-paket data, signaling ini akan memberi tahu router-router mengenai kebutuhan QoS oleh program aplikasi, sehingga RSVP merupakan pensinyalan yang out-band.
Intserv dapat memberikan dua pelayanan sebagai berikut:
  • Guaranteed service: memberikan garansi tersedianya bandwidth dan delay yang dikehendaki
  • Controlled-Load service: memberikan garansi tersedianya kualitas layanan bahkan ketika terjadi overload di dalam jaringan
3. Differentiated Service (DiffServ)
Diffserv merupakan model yang memberikan multilayanan yang menghendaki kebutuhan QoS yang berbeda-beda. Berbeda dengan Intserv, Diffserv tidak mengaplikasikan RSVP sehingga tidak meminta router-router untuk menyediakan sumber daya jaringan untuk melakukan pengiriman paket. Diffserv menyediakan layanan khusus menurut QoS yang dikehendaki oleh masing-masing paket, misalnya dengan menggunakan teknik IP Precedence. Jaringan akan melakukan packet classification, traffic shaping, traffic policing, dan queuing berdasarkan informasi yang diberikan.
Tulisan ini diambil dari beberapa referensi dan pengalaman pribadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar